RRI.CO.ID, Ternate - Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara Fehby Alting menyampaikan sekitar 60 siswa sekolah rakyat dievakuasi akibat gempa yang terjadi pagi hari. Ia menjelaskan para siswa berasal dari sekolah rakyat di Desa Ampera, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.
“Untuk laporan sementara terkait dengan gempa yang terjadi tadi. Yang kami dapatkan informasi terkait dengan ada kurang lebih 60 siswa di sekolah rakyat di desa Ampera, Kecamatan Oba Utara,” ujarnya kepada RRI.CO.ID di Ternate, Maluku Utara, Kamis, 2 April 2026.
Fehby mengatakan evakuasi dilakukan setelah gempa dirasakan untuk memastikan keselamatan seluruh siswa di lingkungan sekolah. Ia menyebutkan para siswa dievakuasi dari ruang belajar dan asrama menuju area terbuka yang lebih aman.
Ia menjelaskan berdasarkan pemantauan BPBD Provinsi Maluku Utara, para siswa kini berada di pelataran sekolah. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar siswa berada dalam posisi aman saat potensi gempa susulan masih mungkin terjadi.
“Hasil pemantauan teman-teman BPBD Provinsi Maluku Utara, mereka dievakuasi dari ruang belajar dan asrama. Sehingga mereka masih sementara berada pada pelataran sekolah, sehingga dalam kondisi gempa mereka sudah pada posisi aman,” ucapnya.
Fehby mengungkapkan siswa sekolah rakyat tingkat dasar juga diarahkan guru untuk segera meninggalkan bangunan sekolah. Ia menegaskan hingga saat ini para siswa masih tetap waspada karena khawatir terjadi gempa susulan.
“Untuk menghindari reruntuhan bangunan, mereka juga mengantisipasi secara dini diarahkan oleh Bapak dan Ibu Guru. Untuk segera meninggalkan bangunan sekolah. Sampai saat ini mereka masih tetap waspada, takut ada gempa susulan yang terjadi,” katanya.
Ia menambahkan, di ibu kota provinsi juga terdapat infrastruktur yang mengalami keretakan akibat gempa tersebut. Salah satunya berada di kawasan perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN) 2 Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Sumber berita https://berita.rri.co.id/